Tampilkan postingan dengan label slider. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label slider. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Februari 2019

Pidato Rektor, sebut Dirjen Pendis sebagai Energi bagi IAIN Parepare

[caption id="attachment_9701" align="alignnone" width="300"] Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si[/caption]

Humas IAIN Parepare--Tepat pukul 09.00 Wita Kamis, 21/2/2019 Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin bersama rombongan memasuki ruangan Rapat Senat Luar Biasa yang disambut dengan tari padduppa yang dipersembahkan UKK Aliansi Mahasiswa Seni (Animasi) IAIN Parepare. Diiringi anggota Senat yang memakai pakaian kebesaran guru besar, mereka menuju ke panggung. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne IAIN Parepare.

Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan menyampaikan pidatonya di depan seluruh civitas akademika, wisudawan, undangan dan orangtua mahasiswa. Pada awal pidatonya, Ahmad Sultra Rustan memperkenalkan IAIN Parepare sebagai kampus yang beradab dengan tagline dari bahasa Bugis, yaitu "malebbi warekkadana, makkeade ampena".

[caption id="attachment_9702" align="alignnone" width="300"] Dirjen Pendis, Prof. Dr. Phill. Kamaruddin Amin, MA., menandatangani Prasasti Peresmian Gedung Auditorium IAIN Parepare[/caption]

Di depan Dirjen Pendis Kemenag RI, Ahmad Sultra Rustan melaporkan dan mengingatkat pesan Dirjen 1 tahun 3 bulan lalu, ketika berada di gedung Auditorium lama. "Pada tahun yang akan datang, IAIN Parepare harus membangun auditorium yang besar dan megah di kota Parepare" kutip Rektor menirukan pesan Dirjen Pendis beberapa tahun silam. "Alhamdulillah, pada hari Ini bapak Dirjen hadir kembali disini, untuk meresmikan gedung Auditorium yang megah seperti amanah yang beliau titipkan kepada kami" kata Ahmad Sultra Rustan yang disambut tepuk tangan meriah dari hadirin yang hadir.

Rektor mengakui bahwa berdirinya gedung Auditorium baru merupakan motivasi dan kontribusi Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin. "Beliau (Dirjen) adalah energi bagi IAIN Parepare terutama dalam mewujudkan pembangunan kampus pada masa datang. Melalui beliau, tahun ini (2019) IAIN Parepare kembali memperoleh anggaran untuk pembangunan gedung Akademik Center yang akan berfungsi sebagai gedung Rektorat sebesar 20 milyar yang bersumber dari SBSN (Surat Berharga Syariah Negara). Total anggaran yang telah digelontorkan Kamaruddin Amin sebagai Dirjen Pendis Kemanag RI sejak 2017 mencapai 109 milyar. Sebuah angka yang cukup pantastis bagi kota Parepare. Itu adalah wujud komitmen dari Dirjen Pendis. Menurutnya, pak Dirjen sering menyampaikan bahwa beliau merasa berkewajiban ikut membangun IAIN Parepare karena kota Parepare ini berada di Provinsi kelahirannya" papar Rektor yang kembali disambut tepuk tangan.

[caption id="attachment_9696" align="alignnone" width="300"] Wisudawan IAIN Parepare[/caption]

Rektor melanjutkan pidatonya, wisuda Sarjana dan Pascasarjana, ini yang pertama kali dilaksanakan setelah perubahan bentuk dari STAIN menjadi IAIN Parepare. Perubahan bentuk ini ditetapkan melalui Peraturan Presiden nomor 29 tahun 2018 tertanggal 5 April 2018 dan selanjutnya diundangkan pada tanggal 7 April 2018. "Merujuk tanggal perundangan-undangan tersebut, Rapat Senat menetapkan hari jadi IAIN Parepare pada tanggal 7 April 2018. Untuk merayakan hari jadi ini, akan diselenggarakan Dies Natalis I tanggal 1 Arpil yang akan datang" papar Rektor melaporkan kepada Dirjen Pendis.

"Sejak kita mengalami perubahan menjadi IAIN, sungguh banyak sekali kemajuan yang diraih. Salah satu indikator kemajuan itu, meningkatnya peminat IAIN yang terlihat pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2018, dimana kita hanya menerima 1.851 orang dari -/+ 5.000 orang yang mendaftar. Selain itu, kita juga telah menerima mahasiswa dari luar negeri sebanyak 6 orang asal Thailan". Kemajuan yang lain, ungkap Rektor, prestasi membanggakan yang diraih wisudawan-wisudawati pada tahun ini, dimana 195 dari 537 orang meraih predikat Cumlaude atau dengan pujian dan sebagian besar mahasiswa kita mampu menyelesaikan kuliahnya kurang dari 4 tahun.

Pada kesempatan itu pula, Rektor mengumumkan dalam pidatonya wisudawan terbaik dengan IPK tertinggi dan tercepat sebanyak 3 orang yaitu
1. Asriadi Arifin dengan IPK 4.00 dengan masa studi 3 thun 9 bulan dari program studi Perbankan Syariah
2. Dian Novita dengan IPK 3,97 masa Studi 3 tahun 9 bulan dari program studi Perbankan Syariah
3. Novia tirta sari dengan IPK 3,97 masa kuliah 3 tahun 9 bulan dari program studi Ahwal Syakhsiyah.

Pada akhir pidatonya, Rektor memperkenalkan para pimpinan Institut dan para Dekan. Masing-masing yaitu

1. Dr. St. Jamilah Amin, S. Ag., M. Pd sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan
2. Dr. H. Sudirman L, MH sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan.
3. Dr. H. Muhammad Saleh, M. Ag sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama.
4. Dr. Mahsyar, M. Ag. sebagai Direktur Pascasarjana
5. Dr. Saefuddin, M. Pd sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah
6. Dr. Muliati, M. Ag sebagai Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam
7. Dr. H. Abd Halim K.,MA sebagai Dekan Faultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
8. Dr. Muhammad Kamal Zubair, M. Ag sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Menutup pidatonya, Ahmad Sultra Rustan mengingatkan dan mengajak kepada hadirin untuk mendoakan salah satu dosen IAIN Parepare yang baru saja berpulangkerahmatullah, yaitu bapak Dr. Tanwir Umar, MA. lahu alfatihah amin. (s.s)

Rabu, 20 Februari 2019

Auditorium Termegah di Ajatappareng, akan diresmikan Dirjen PendisKemenag RI



[caption id="attachment_9687" align="alignnone" width="300"] Gedung Auditorium Nampak dari luar[/caption]

Humas IAIN Parepare - Jika tak ada aral melintang, gedung Auditorium milik IAIN Parepare akan diresmikan penggunaannya oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin. Peresmian gedung Auditorium ini terangkai dengan acara wisuda IAIN Parepare yang akan digelar besok Kamis, 21/2/2019 di gedung Auditorium IAIN Parepare. Dalam rapat pemantapan tadi pagi, 20/2/2019 terungkap kalau panitia sedang berbenah dan bergerak cepat dalam merampungkan persiapan acara.

Dari beberapa sumber informasi, agenda kunjungan kerja Dirjen Pendis Kemenag RI ke IAIN Parepare, yaitu untuk meresmikan penggunaan gedung Auditorium dan mengikuti wisuda perdana IAIN Parepare tahun akademik 2018/2019. Rencananya, peresmian gedung Auditorium ini akan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kamaruddin Amin sebagai Dirjen Pendis Kemenag RI. Dalam rangkaian acara ini pula, beliau dijadwalkan akan membawakan orasi Ilmiah di depan ratusan wisudawan dan wisudawati berserta para orangtuanya.

Hal yang senada disampaikan Kabiro AUAK, Musyarrafah Amin ketika dikonfirmasi di ruangannya, membenarkan rencana kehadiran Dirjen Pendis Kemenag RI dalam acara wisuda. "Rektor sedang menuju ke Makassar untuk menjemput pak dirjen yang sedang dalam penerbangan" ujar mantan Kepala Badan Diklat Keagamaan Makassar ini. "Insyaallah, beliau (Dirjen Pendis) akan hadir bersama kita." pungkasnya.

[caption id="attachment_9688" align="alignnone" width="300"] Gedung Auditorium Nampak dalam Ruangan[/caption]

Gedung Auditorium yang akan diresmikan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI merupakan salah satu gedung kebanggaan IAIN Parepare, selain karena desain arsitekturnya yang modern dan elegan, juga karena menjadi gedung Auditorium termegah di wilayah Ajatappareng. Kemegahan gedung Auditorium ini diakui oleh sejumlah kalangan di Parepare. Irma, salah satu calon wisudawan yang dimintai tanggapannya mengatakan gedung ini sangat pantastis, sangat mewah dan belum ada bandingan di daerah ini. "Saya senang dan bangga karena bisa di wisuda di gedung ini. Wisuda pertama lagiee" ungkapnya dengan girang. Pendapat senada terungkap dari Ilham, salah satu penduduk asli Parepare. Pria yang ditemui disela-sela kesibukannya membenahi studio foto untuk wisuda mengatakan gedung ini sangat megah. "Mirip gedung yang ada di luar negeri" ujarnya.

[caption id="attachment_9689" align="alignnone" width="300"] Deretan kursi dalam ruangan[/caption]

Jika memperhatikan gedung Auditorium ini, memang sangat berbeda dengan gedung-gedung yang ada di daerah Ajatappareng ini. Bentuknya sangat arsitektik, menawan, elegan dan enak dipandang mata. Memandangnya di atas ketinggian, kita akan menemukan panorama yang menabjukkan karena gedung ini kelihatan menyatu dengan lautan yang berjarak kurang 1 km.

Ketika menemui Kasubag Perencanaan, Hasyim di ruang kerjanya, beliau menjelaskan secara detail profil gedung Auditorium tersebut. Menurutnya, konsep dasar gedung Auditorium itu adalah memadukan konsep arsitektur modern, Islam dan kearifan lokal. "Gedung ini merupakan cerminan dari proses akulturasi yang menjadi visi perguruan tinggi ini" urainya. Gedung yang berdiri di atas lahan +/- 7052 m2 memiliki daya tampung cukup besar, dapat menampung -/+ 2.000 orang. Sementara desain interior gedung menggunakan konsep bangunan hemat energi, karena pencahayaannya memanfaatkan sinar matahari secara maksimal. Tanpa listrik, ruangan gedung tetap terang benderang pada siang hari.

Suasana dalam ruangan gedung, ibaratnya kalau kita berada dalam bioskop. Kursi berjejer bertingkat dengan menggunakan kursi type votum (kursi yang tertutup otomatis). Ruangan pun kelihatan elegan dengan desain panggung yang minimalis dan ditunjang penggunaan sunda plafon yang cukup mewah dan gemerlap. "Gedung ini, juga dilengkapi mushallah, meeting room, ruangan pers, wc, dan sound system yang memadai" ujar Hasyim menutup pembicaraan. (s.s.)

Senin, 18 Februari 2019

Panitia PMB 2019, Gelar FGD Sosialisasi Penerimaan Maba

IAIN Parepare--- Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di lantai 5 Aula Perpustakaan IAIN Parepare, Senin (18/02).

Musyarif Ketua Panitia mengungkapkan FGD tersebut dilaksanakan dalam rangka sosialisasi penerimaan mahasiswa baru (Maba) terkait jalur SPAN, UM PTKIN dan Mandiri.



Ratusan peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan operator sekolah berasal dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) ataupun pesantren, baik dari dalam kota maupun luar kota Parepare.

Di hadapan para undangan, Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan menjelaskan beberapa perubahan pasca perubahan bentuk dari STAIN menjadi IAIN.

Ahmad juga berharap agar kerjasama antara pihak sekolah dengan kampus terus ditingkatkan.

“Kami ingin mendapatkan mahasiswa yang unggul dari mereka yang berprestasi makanya ada jalur SPAN yaitu Seleksi Prestasi Akademik Nasional. Siswa-siswa yang berprestasi itu diterima tanpa melalui tes dan melakukan pembayaran pendaftaran Cuma ada persyaratan itu masing-masing sekolah harus mendaftar PDSS,” jelas Ahmad.

PDSS merupakan sistem informasi penyimpanan data nilai rapor siswa dalam rangka pendaftaran Seleksi Nasiona.

Kamis, 06 Desember 2018

4 Kelompok Peneliti Mahasiswa, Presentasikan Hasil di Depan Reviewer

IAIN Parepare--- Usai pelaksanaan seminar hasil penelitan dosen yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, kembali menggelar seminar hasil penelitian mahasiswa (06/12).



Koordinator Penelitian P3M IAIN Parepare, Rustam Effendi mengungkapkan sebanyak 4 kelompok peneliti yang terdiri dari masing-masing perwakilan jurusan yakni jurusan Tarbiyah dan Adab, jurusan Syariah dan Ekonomi serta jurusan Dakwah dan Komunikasi.

Presentasi hasil dilaksanakan di lantai dua meeting room P3M IAIN Parepare. Hadir dua reviewer Dr. Zainal Said, M. H (Kepala P3M ) dan Dr. Sitti Jamilah, M. Ag (Sekretaris P3M).

    

"Alhamdulillah dari hasil penelitian mahasiswa ini sudah memenuhi standar penelitian yang telah ditetapkan oleh P3M dilihat dari waktu penyelesaiannya juga lumayan bagus cuma penyesuaian antara data-data di lapangan dengan masalah utama itu yang ada beberapa tadi belum maksimal makanya sesi seminar hasil ini saya juga secara pribadi memberikan masukan kepada mahasiswa peneliti untuk menambah data-data penelitiannya," jelas Zainal Said usai mereview hasil penelitian mahasiswa.



Lebih lanjut, Zainal Said juga berharap agar adanya peningkatan jumlah peminat mahasiswa dalam mengikuti seleksi proposal penelitian yang dilaksanakan setiap tahun.

"Harapannya, mahasiswa lebih banyak lagi mengikuti seleksi penelitian di lembaga di P3M ini karena kemarin itu hanya ada beberapa yang memasukkan tentunya ke depan kita berharap agar dari masing-masing mahasiswa itu bisa mengikuti seleksi proposal yang ada di P3M," harapnya.

  

Salah satu mahasiswa, Asriadi Arifin mengaku mendapatkan pelajaran berbagai hal saat menjadi peneliti bersama timnya. Salah satunya akan pentingnya manajemen waktu.

[caption id="attachment_9266" align="alignnone" width="300"] Foto presentasi: Asriadi Arifin[/caption]

"Ternyata menajemen waktu itu sangat penting. Manajemen waktu yang kami alami di sini terkait bagaimana pengumpulan data dan penyusunan laporan keuangan. Terus untuk bertemu dengan informan itu sangat sulit terutama perbankan karena mereka itu sangat sibuk," ucap Asriadi usai seminar hasil.

Setelah seminar dilakukan, empat kelompok dari cluster mahasiswa ini akan menyetorkan hasil revisi penelitian kepada P3M IAIN Parepare pada pekan mendatang.



 

 

 

Rabu, 30 Mei 2018

Inspiratif: Primaditha, Jadi Duta GenRe Sulsel 2018

IAIN Parepare --- Primaditha Nanda Ayurida, mahasiswi semester enam dari program studi Perbankan Syariah jurusan Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Parepare dengan tekad yang kuat kembali mengambil  kesempatan yang ada di depan mata.

Belum lama di awal tahun 2018, wanita yang akrab disapa Dita ini berhasil terpilih menjadi salah satu perwakilan Indonesia timur untuk ikut dalam kegiatan Thailand Intercultural Camp (TIC) dan pada akhir bulan Mei 2018, ia kembali menorehkan prestasi dengan berhasil memenangkan apresiasi pemilihan  Duta GenRe (Generasi Berencana) Sulawesi Selatan (Sulsel) perwakilan putri jalur pendidikan (28/05). Pemilihan tersebut diadakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan yang digelar selama tiga hari di Hotel Grand Malebu Makassar.

Dari 59 peserta (putra dan putri) pada jalur pendidikan dan  28 peserta (putra dan putri) pada jalur Masyarakat, Primaditha berhasil unggul dengan terpilih menjadi juara I (satu) putri pada jalur pendidikan. "Alhamdulillah, bersyukur. Ada lagi amanah baru, semoga bisa dijalankan dengan baik," harapnya saat diwawancarai via whatsapp (30/05).

[caption id="attachment_8149" align="alignnone" width="169"] Sisi kanan (Primaditha, mahasiswi IAIN Parepare) dan sisi kiri (Nabila, Siswa SMA 5, Juara III putri). Keduanya asal kota Parepare yang ikut dalam jalur pendidikan.[/caption]

Primaditha yang selama ini aktif mengabdi di forum Anak kota Parepare sekaligus pernah menjadi Duta Anak Sulsel (2011 s/d 2013) mengaku termotivasi mengikuti ajang tersebut dikarenakan adanya kesinambungan kerja antara amanah sebelumnya. "Usia anak itu 0 (nol) sampai 18 sedangkan yang dicover duta GenRe itu sampai 24 yang fokusnya lebih kependudukan, kesehatan reproduksi sama pernikahan dini. Jadi saya rasa besar motivasiku menjadi duta GenRe karena ingin melanjutkan kegiatan yang sama dan pengabdian yang sama," jelasnya.

Menjadi duta sebagai role model BKKBN dengan menjalankan berbagai program pada generasi berencana menjadi salah satu langkah nyata dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat serta mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Ke depan, jika para generasi muda berani mengambil setiap kesempatan dengan tujuan menjadi manusia bermanfaat bagi sesama maka Indonesia akan lebih maju dari segi SDM (Sumber Daya Manusia) serta hidup damai sebagai wujud kepeduliaan terhadap sesama manusia.

"Duta, Setahun Menjabat, Seumur Hidup Mengabdi, Selamanya Menebar Inspirasi"


-Primaditha Nanda Ayurida-



 

 

 

Kamis, 03 Mei 2018

Lulus SPAN-PTKIN? Yuk, Heregistrasi

IAIN Parepare--- Usai pengumuman kelulusan jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) tahun 2018, para peserta yang dinyatakan lulus seleksi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dapat melakukan heregistrasi atau pendaftaran ulang di gedung Sekretariat panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) SPAN-UM PTKIN.

Hal ini berdasarkan pengumuman No. Sti. 08/PP.0.9/94/2018 yang dikeluarkan oleh IAIN Parepare (02/05). Pendaftaran ulang akan dimulai pada tanggal 22 Mei s/d 05 Juni  2018, dengan membawa berkas:

  1. Kartu tanda peserta SPAN-PTKIN 2018

  2. Fotocopy ijazah yang telah dilegalisasi. Bagi lulusan 2018 yang belum menerima ijazah dapat menyetor fotocopy SKHU atau SKL (Surat Keterangan Lulus)  yang sudah dilegalisasi sebanyak 1 lembar.

  3. Membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT):



  •  Untuk Program Studi (Prodi):


[1]Tadris Matematika, [2] Tadris IPA, [3] Tadris Pendidikan Agama Islam, [4] Tadris Bahasa Inggris, [5] Pendidikan Islam Anak Usia Dini, [6] Pendidikan IPS, [7] Manajemen Pendidikan Islam, [8] Hukum Keluarga (Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah), [9] Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), [10] Perbankan Syariah, [11] Hukum Tata Negara (Siyasah), [12] Ekonomi Syariah, [13] Hukum Pidana Islam (Jinayah), [14] Manajemen Keuangan Syariah, [15] Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah, [16] Akuntansi Syariah, [17] Pariwisata Syariah, [18] Komunikasi dan Penyiaran Islam, [19] Bimbingan dan Konseling Islam, [20] Manajemen Dakwah, [21] Pengembangan Masyarakat Islam, [22] Sosiologi Agama, [23]Jurnalistik Islam, yaitu sebesar Rp. 1.325.000,- (Satu juta tiga ratus dua puluh lima ribu rupiah).


  • Untuk Program Studi (Prodi):


[1] Pendidikan Bahasa Arab, [2] Sejarah Peradaban Islam, [3] Bahasa dan Sastra Arab, dan [4] Manajemen Zakat dan Wakaf, yaitu sebesar Rp. 1.075.000,- (Satu juta tujuh puluh lima ribu rupiah).

Bagi yang belum lulus pada jalur SPAN-PTKIN tersebut, masih terdapat dua jalur yang masih terbuka. Pertama, jalur Ujian Masuk (UM) PTKIN Online yang pendaftarannya dimulai 12 April s/d 05 Mei 2018. Kedua, jalur Ujian Mandiri IAIN Parepare yang pendaftarannya dimulai 14 Mei s/d 17 Juli 2018.



Klik untuk baca berita terkait UM-PTKIN