Tampilkan postingan dengan label Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Utama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Desember 2018

Saring Sebelum Sharing Cegah Penyebaran Hoax dan Ujaran Kebencian

IAIN Parepare--- Ratusan  orang mengikuti seminar nasional yang diselenggarakan oleh jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare di Auditorium IAIN Parepare, Kamis (20/12).



Dipilihnya  tema cerdas bermedia sosial dikarenakan maraknya berita-berita hoax dan ujaran kebencian yang tersebar pada dunia maya.

Hadir empat narasumber di antaranya Ach. Dhofir Zuhry (Rektor STIF Al-Farabi, Malang. Penulis buku Peradaban Sarung), M. Ali Rusdi Bedong (Dosen IAIN Parepare, penulis buku Maqashid al-Mukallaf), Syafrillah Syahrir (Peneliti Litbang Sulawesi Selatan, penulis buku Calabai) dan Zulkarnain AS (Dosen Teknik Arsitektur UIN Alauddin Makassar, penulis buku Guru Malaikat).

[caption id="attachment_9373" align="alignnone" width="300"] Moderator: Islamul Haq[/caption]

Salah satu narasumber, Syafrillah Syahrir mengungkapkan pentingnya saring sebelum sharing ketika membaca suatu informasi.

“Kenali sumber media, apakah abal-abal atau kredibel? Kenali konteks berita, kapan di mana, siapa yang membuat berita itu? Jangan terpedaya dengan judul, semua berita wajib dibaca tuntas. Jangan percaya pada meme, minta link beritanya. Kemudian puasa sebar, semua berita meragukan berhenti di Anda,” jelas Syafrillah Syahril saat menyampaikan materi.

Sementara Budiman ketua jurusan Syariah dan Ekonomi Islam berharap agar para peserta seminar dapat mengamalkan apa yang didapatkan oleh para pemateri.

“Orang yang cerdas itu adalah orang yang mengamalkan ilmunya. Kalau ada orang yang berilmu sampai langit, tidak diamalkan nonsen itu. Amal, aktivitas, perilaku atau apa saja harus kembali ke empat kriteria. Pertama, sebelum bertindak harus tau dulu (paham) harus cerdas. Kemudian niat, lalu sabar dan keikhlasan,” ucap Budiman menutup seminar.

Dalam seminar tersebut juga dirangkaikan pengumuman para pemenang nominasi Syariah Award 2018. Berbagai penghargaan diberikan kepada mahasiswa berprestasi, alumni inspiratif, dosen, serta program studi terbaik yang ada di jurusan Syariah dan Ekonomi Islam.

P2M IAIN Parepare Lakukan Ekspose Edom

IAIN Parepare--- Pusat Penjaminan Mutu (P2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan ekspose evaluasi dosen oleh mahasiswa (Edom) di ruang seminar Pascasarjana IAIN Parepare, Kamis (20/12).



Sebelumnya, mahasiswa telah melakukan evaluasi dosen pada perkuliahan semester genap tahun akademik 2017/2018.

Evaluasi ini dilakukan untuk mendeteksi kekukurangan-kekurangan yang akan segera ditanggapi. Selain itu, ekspose ini juga akan menjadi dasar apabila tim assessor berkunjung ke IAIN Parepare. Hal ini dijelaskan oleh Dr. Firman terkait pentingnya melksanakan ekspose.

“Kalau ini tidak dilaksanakan, tahun yang akan datang tidak mungkin assessor mau mengkases ke lapangan kalau tidak ada dasarnya,” ucap Firman, Kepala P2M IAIN Parepare.



Hadir membuka kegiatan Dr. Sudirman L, selaku Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor II IAIN Parepare. “Menyangkut sarana dan prasarana insyaa Allah itu tanggungjawab pimpinan dan adapun pelaksanaan dari kerja yang menjadi tugas utama kita di lembaga ini, semuanya harus berperan. Seperti evaluasi ini, apapun hasilnya perlu di follow up apalagi kita akan menghadapi awal tahun dan akan menyusun lagi anggaran dalam rapat kerja. Maka tolong poin-poin yang menjadi unsur utama perlu menjadi skala prioritas,” jelasnya sebelum membuka kegiatan.

MASIKA ICMI akan Beri Beasiswa Mahasiswa IAIN Parepare Ikut Event AntarBangsa

IAIN Parepare--- Program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris jurusan Tarbiyah dan Adab IAIN Parepare menggelar  Stadium general bertemakan Education in Southeast ASIA (a Comparative study between Indonesia-Thailand) di Auditorium IAIN Parepare, Rabu (19/12).

Ketua Penanggungjawab Prodi Bahasa Inggirs (PBI), Mujahidah mengungkapkan stadium general ini dilaksanakan dalam rangka membuka cakrawala mahasiswa dalam hal pendidikan antara Indonesia dan Thailand.

“Perbedaan pendidikan antara Indonesia dan Thailand tidak terlalu signifikan, karena Thailand hanya  berada satu level lebih tinggi dibandingkan di Indonesia. Tapi ada beberapa kebijakan pemerintah Indonesia yang perlu diperhatikan sehingga dapat mewujudkan pendidikan yang merata.

Lebih lanjut, mujahidah juga menjelaskan kegiatan ini merupakan feedback dari kegiatan WoCESA.

“Kegiatan ini sebenarnya kunjungan balasan yang pernah dilakukan Prodi PBI di tiga negara yaitu Malaysia, Thailand dan Singapura, dan salah satu perguruan tinggi yang dikunjungi adalah Fatoni University,” tambahnya.

Stadium general ini dihadiri 400 lebih peserta dengan menghadirkan narasumber Assist Prod/ Dr. Mahamadaree Waeno (Fatoni University, Thailand) dan Ismail Suardi Wekke, Ph. D (STAIN Sorong, Indonesia) dengan moderator Wahyu Hidayat, Ph. D.



“Selaku Wakil Ketua Umum Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) menghelat acara stadium general ini sebagai ajang menyemai tunas cendekia. Untuk itu, MASIKA ICMI akan menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa IAIN Parepare, dalam batas kemampuan yang terbatas untuk mengikuti event antar bangsa,” tulis Ismail Suardi Wekke dalam akun instagramnya usai mengikuti kegiatan.